Komite Sekolah Menolak, Pelajar SMAN 2 Sutera Pesisir Selatan Ditagih Sumbangan Sebelum Dapat Kartu Ujian

- 8 Juni 2024, 17:08 WIB
SMAN 2 Sutera / marawatalk/ Didi Someldi Putra
SMAN 2 Sutera / marawatalk/ Didi Someldi Putra /


MARAWATALK - Sejumlah pelajar di SMAN 2 Sutera di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, diminta untuk membuat perjanjian sebab orang tua mereka tidak punya uang untuk membayar sumbangan komite, setelah dibuat baru mereka diberikan nomor ujian untuk mengikuti ujian kenaikan kelas.

"Setelah mendapatkan informasi itu saya bersama salah seorang orang tua pelajar yang bernama Amran langsung ke sekolah dan meminta pihak sekolah tetap menyerahkan kartu ujian tanpa adanya embel-embel," kata tokoh masyarakat setempat yang juga salah seorang anggota Komite SMAN 2 Sutera, Naim, Sabtu 08 Juni 2024.

Naim menyebut, sumbangan komite yang nilainya Rp80 ribu per bulan itu bukan kewajiban tapi bersifat sukarela, sehingga pihak sekolah tidak harus mengaitkannya dengan pelaksanaan ujian.

Baca Juga: Pengembangan areal RSU BKM Sago Pesisir Selatan Beririsan dengan Lahan LP2B Sampai LSD, Bisa Dipidana!

Tagihan Sumbangan Ditolak Pihak Komite Sekolah, Begini Alasannya!

Ilustrasi Komite Sekolah
Ilustrasi Komite Sekolah freepik.com/rawpixel.com

Baca Juga: Randa Sang Pemeluk Masa Depan, Potret Siswa Kurang Mampu Penerima Beasiswa PPSP di Pesisir Selatan

Sejak awal tahun ajaran 2024, komite sekolah tidak merestui pemungutan sumbangan komite ke orang tua pelajar. Hal itu disebabkan karena pihak sekolah belum juga melaporkan realisasi penggunaan sumbangan komite yang pungut rentang 2022 sampai 2023.

"Awal Juni kemarin dengan berbagai pertimbangan, maka kami dari komite sekolah menyetujui pemungutan sumbangan komite, hanya saja kami tidak setuju jika pungutan sumbangan itu dikaitkan dengan pelaksanaan ujian seperti yang terjadi hari ini," ungkapnya.

Sementara itu, ketika hal ini hendak klarifikasi kepada Kepala SMAN 2 Sutera, Marnaini, yang bersangkutan tidak berada di sekolah dan ia juga belum merespon ketika dihubungi ke nomor teleponnya.***

Halaman:

Editor: Rully Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah