Universitas Brawijaya Tindak Lanjuti MoU dengan Pemko Sawahlunto Lahirkan Tools Repositori Warisan Budaya

- 30 Mei 2024, 18:56 WIB
Forum Group Diskusi (FGD) di Dinas Kebudayaan Sawahlunto dengan menghadirkan Pimpinan lembaga memori dan OPD terkait serta narasumber yang berkontribusi pada riset ujicoba  Repositori Warisan Budaya
Forum Group Diskusi (FGD) di Dinas Kebudayaan Sawahlunto dengan menghadirkan Pimpinan lembaga memori dan OPD terkait serta narasumber yang berkontribusi pada riset ujicoba Repositori Warisan Budaya /Marawatalk/Syukri SSn/

 

MARAWATALK - Pasca ditetapkannya Kota Sawahlunto sebagai bagian dari Zona Inti Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) oleh UNESCO pada tahun 2019, bebagai upaya pelestarian dilakukan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto untuk perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan atas legitimasi tersebut.

Kabid Kesenian, Sejarah dan Nilai Budaya pada Dinas Kebudayan Kota Sawahlunto, Syukri SSn, mengatakan bahagian penting dari upaya tersebut adalah berkolaborasi dengan Hexahelix agar Penguatan Ekosistem WTBOS berjalan dengan baik dan pemanfaatannya bisa berdampak terhadap kesejahteraan Masyarakat. Kolaborasi Hexahelix terdiri dari komunitas atau masyarakat, pemerintah, dunia bisnis, akademisi dan agregator.

"Kolaborasi dengan Akademisi salah satu diantaranya telah ada Kesepakatan Kerjasama melalui MoU (Memorandum of Understanding) antara Universitas Brawijaya Kota Malang dengan Pemerintah Kota Sawahlunto yang telah ditandatangani pada 12 Juni 2022 yang lalu berlokasi di Fakultas Ilmu Administrasi Brawijaya, Malang," ungkapnya, Kamis 30 Mei 2024.

Baca Juga: Event Stasiun Kroncong 2023, Bentuk Pemajuan Kebudayaan Kota Tua Warisan Budaya di Kota Sawahlunto Sumbar

Menurutnya, kegiatan-kegiatan yang disepakati dalam kerjasama tersebut mencakup Tri Dharma Pendidikan Tinggi dalam hal penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pendidikan. Pemerintah Kota Sawahlunto dan Universitas Brawijaya berkomitmen untuk melakukan pembuatan media berbentuk prevesi berbasi augmented reality dan virtual reality untuk peninggalan-peninggalan budaya dan pariwisata di Kota Sawahlunto.

Saat ini, ulasnya, telah dilaksanakan aksi-aksi tindak lanjut oleh kedua belah pihak, salah seorang Dosen Universitas Brawijaya, Muhammad Rosyihan Hendrawan bersama tim sedang melakukan riset di Kota Sawahlunto terkait dengan WTBOS.

"Riset berjudul “Membangun Akses Informasi Warisan Budaya Dunia Kota Sawahlunto melalui Pengembangan Taksonomi dan Repositori Warisan Budaya. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan di Sawahlunto," sebutnya.

Ia mengatakan, riset dan kajian dimulai dengan mengumpulkan data dan fakta melalui wawancara ke OPD terkait yaitu Dinas Kebudayaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta ke tokoh-tokoh dan lembaga terkait.

Halaman:

Editor: Rully Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah