HEBOH Mark Up Kredit di Bank Nagari Lubuk Sikaping, Peminjam Sempat Disarankan Menghindari Petugas Penagih

- 30 Mei 2024, 15:16 WIB
Bangunan Kantor Cabang Bank Nagari di Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat
Bangunan Kantor Cabang Bank Nagari di Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat /Marawatalk/istimewa/

 

MARAWATALK - Dugaan pelanggaran proses pengajuan serta pencairan pinjaman tak sesuai ketentuan yang dialami KH di Bank Nagari Lubuk Sikaping pada tahun 2022 lalu semakin menarik untuk ditelusuri. Bagaimana tidak, dalam proses Akad perjanjian kredit KH juga mengakui tidak didampingi pihak notaris yang harusnya turut hadir saat itu.

"Saya masih ingat persis orang yang ada pada saat Akat kredit tersebut, waktu itu ada AU, IRZ, AY dan saya bersama istri,"ungkap KH yang ikut dibenarkan oleh istrinya.

KH menyebutkan, kejanggalan lain pada proses perjanjian akad kredit dimana selain tidak mendapatkan penjelasan tentang isi perjanjian akad kredit, ia juga tidak mendapatkan salinan perjanjian.

"Saya kembali ingin menyampaikan bahwa saya tidak pernah diberikan keterangan terkait isi perjanjian akad kredit. Pada saat itu AY hanya menyampaikan bahwa anggunan pinjaman saya dua buah sertifikat rumah, setelah itu ia hanya menyodorkan berkas akad kredit untuk di tandatangani dan tidak ada pihak notaris. Saya lihat blangko akad kreditnya memang sepertinya notaris punya karena ada nama notarisnya, kalau untuk salinan akad sampai saat ini saya tidak pernah menerima," tuturnya.

Baca Juga: Nasabah Kaget! Bank Nagari Lubuk Sikaping Diduga Cairkan Dana KUR Tak Sesuai Ketentuan, Terindikasi Fraud?

Menunggak Cicilan, KH Disuruh Bohong Hindari Petugas Penagih Kantor Bank Nagari Padang

Ilustrasi penagih utang yang adu mulut dengan pasutri.
Ilustrasi penagih utang yang adu mulut dengan pasutri.

Baca Juga: Kemenkop UKM Jatuhkan Sanksi bagi Bank Penyalur KUR Minta Agunan Tambahan

Tak hanya itu, lanjutnya, dugaan proses yang tidak sesuai aturan serta adanya persekongkolan pihak bank dangan IRZ untuk menjebolkan pinjaman sebesar Rp.500 juta tanpa diberitahu kepada KH semakin menguat saat terjadinya tunggakan.

Halaman:

Editor: Rully Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah