Sempat Ditangkap Jaksa, 2 Pejabat Nagari Sikabau Dharmasraya Divonis Bebas Hakim Sidang Pra Peradilan

- 29 Mei 2024, 23:21 WIB
Dr. Suharizal SH,MH,CMED,CLA, kuasa hukum dari tersangka saat diwawancarai di halaman Kantor Pengadilan Negeri Pulau Punjung
Dr. Suharizal SH,MH,CMED,CLA, kuasa hukum dari tersangka saat diwawancarai di halaman Kantor Pengadilan Negeri Pulau Punjung /Marawatalk/Yanti/

 

MARAWATALK - Sebanyak dua orang pejabat pemerintahan Nagari Sikabau Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, masing-masing atas nama Abdul Razak (Wali Nagari, aktif) dan Yulasmen (Ketua Bamus Sikabau, aktif), divonis bebas oleh majelis hakim pengadil pada sidang Pra Peradilan di PN Pulau Punjung, Rabu 29 Mei 2024.

Sebelumnya, terhadap kedua pejabat itu pihak penyidik kejaksaan menduga telah melanggar aturan dalam penggunaan dana Nagari hingga menyebabkan kerugian negara yang signifikan.

Hal itu didasari Audit Inspektorat, menemukan bukti kerugian negara sebesar Rp. 1.616.053.000,00, berikut dengan sejumlah dokumen dan uang sebanyak Rp. 368.212.000,00 yang disita kejaksaan Dharmasraya sebagai barang bukti.

Dr. Suharizal SH,MH,CMED,CLA, kuasa hukum dari tersangka saat diwawancarai usai pembacaan putusan sidang menyebutkan, tidak ada sesungguhnya yang namanya kerugian negara dan tidak ada korupsi disana. Uang yang selama ini dituduhkan itu murni uang masyarakat, uang yang dikelola oleh koperasi.

Dia menyebutkan, ditarik dari KUHAP ke kitab undang-undang hukum acara, dakwaan penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Dharmasraya itu tidak terpenuhi bukti permulaan untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Sehingga hakim memutuskan bahwa proses penyidikan dan penempatan tersangka itu adalah batal demi hukum.

"Tadi hakim menguraikan bahwa semestinya kalau itu disebutkan keuangan negara mesti bisa dibaca dari anggaran pendapatan Nagari, ini tidak ada dalam APBN Nagari Sikabau, dimana sesungguhnya letak korupsi. Poin-poin dari hakim itu membuktikan sekali lagi, ini tidak ada korupsinya dan tidak ada penyalahgunaan wewenang oleh dua orang pejabat Nagari Sikabau tersebut," ungkapnya.

Ia menjelaskan, hakim memerintahkan seketika putusan dibacakan maka kedua tersangka wajib dikeluarkan. Penetapan dan penahanan tersangka hari ini berakhir dan harus keluar hari ini juga.

" Jadi kita berharap ini jadi catatan penting, bahwa bukti permulaan itu harus kuat untuk mendakwa, menuntut, dan menyidik orang melakukan tindak pidana korupsi," tegas Dr. Suharizal SH,MH,CMED,CLA.

Halaman:

Editor: Rully Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah