PROGRAM PERLINSOS Prabowo-Gibran Entaskan Kemiskinan, Segini Alokasi Anggarannya!

- 20 Mei 2024, 19:03 WIB
Menkeu RI anggarkan ratusan triliun untuk program Perlinsos
Menkeu RI anggarkan ratusan triliun untuk program Perlinsos /Foto: Antara/

MARAWATALK- Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani mengalokasikan anggaran berkisar Rp496,9-513 triliun, untuk sektor perlindungan sosial atau Perlinsos pada tahun 2025 di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Penjelasan mengenai alokasi dana ini disampaikan oleh Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna ke-17 DPR RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2023-2024 di Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 20 Mei 2024.

Awalnya, dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan rancangan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Dia menegaskan bahwa perlindungan sosial merupakan salah satu strategi utama dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antara daerah yang tengah diperjuangkan oleh pemerintah.

"Anggaran Perlinsos pada tahun 2025 berkisar Rp496,9 triliun sampai dengan Rp513,0 triliun," ujar Sri Mulyani, dikutip dari Pikiran-Rakyat.

Sri mengatakan, pemerintah akan datang juga mengupayakan mendorong sejumlah program kesejahteraan bagi rakyat. Program-program ini termasuk upaya untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi rumah-rumah yang layak huni dan terjangkau, memajukan kesejahteraan petani, mendorong kesejahteraan nelayan, serta mempercepat pembangunan desa mandiri.

Baca Juga: BAZNAS AGAM Salurkan Bantuan pada Ratusan Mustahik, Didapati dari Berbagai Program

"(Tujuan itu akan) ditempuh melalui beberapa program unggulan dengan penguatan perlinsos pemberdayaan dan penguatan perlinsos sepanjang hayat untuk mempercepat graduasi pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pembiayaan untuk rumah layak huni dan terjangkau, mendorong petani makmur, nelayan sejahtera, termasuk mempercepat desa mandiri," tuturnya.

Perlinsos berdampak positif

Dengan penuh harapan, Sri Mulyani menyampaikan keyakinannya bahwa setelah semua program tersebut dijalankan, efektivitas dari sektor perlindungan sosial dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan.

Ini termasuk mengurangi beban kebutuhan pokok, meningkatkan pendapatan, serta memutus rantai kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Sri Mulyani memperkirakan bahwa tingkat kemiskinan berada dalam kisaran 7,0 persen hingga 8,0 persen pada tahun 2025.

Halaman:

Editor: Rully Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah