Tewas Akibat Kecelakaan, Ini Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi!

- 20 Mei 2024, 17:08 WIB
Mendiang Presiden Iran, Ebrahim Raisi
Mendiang Presiden Iran, Ebrahim Raisi /Instagram @pikiranrakyat

MARAWATALK- Iran diliputi duka mendalam setelah Presiden Ebrahim Raisi dilaporkan tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter yang terjadi di daerah pegunungan berkabut tebal di barat laut Iran, Minggu 20 Mei 1024. Kecelakaan tersebut menelan korban jiwa dari keseluruhan sembilan penumpang yang berada di dalam helikopter, termasuk 6 penumpang dan 3 kru penerbangan.

Menteri Dalam Negeri Iran, Ahmed Vahidi, mengonfirmasi bahwa helikopter tersebut mengalami pendaratan keras akibat kondisi cuaca buruk saat itu. Tim penyelamat yang dikerahkan untuk mencapai lokasi kecelakaan juga menghadapi kendala serius akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Seorang pejabat Iran yang memilih untuk tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Presiden dan Menteri Luar Negeri sedang dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke perbatasan Azerbaijan ketika kecelakaan terjadi.

Baca Juga: Lokasi Jatuhnya Helikopter Ditemukan, Presiden Iran Dilaporkan Meninggal Dunia

Kecelakaan tragis ini mengguncang Iran dan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat para korban. Seluruh negara berduka atas kepergian Presiden yang terhormat ini, sementara investigasi lebih lanjut masih akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.

Wujudkan Republik Islam

Dikutip dari Pikiran-Rakyat, Ebrahim Raisi, lahir dari keluarga konservatif di Masshad pada 14 Desember 1960, menghabiskan masa kecilnya mempelajari teologi di Qom, Iran. Seiring dengan bergulirnya revolusi rakyat yang mengubah Iran menjadi negara teokrasi, Raisi yang masih remaja memilih untuk menjadi seorang partisipan yang antusias dalam mewujudkan visi Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam.

Pada usia 21 tahun, Raisi memasuki dunia profesi sebagai seorang jaksa, menangani berbagai kasus politik di kota Karaj dan Hamadan. Ia mendapatkan reputasi sebagai salah satu tokoh rezim yang paling kejam, yang tidak segan-segan untuk terlibat langsung dalam tindakan-tindakan yang kontroversial.

Dalam beberapa tahun berikutnya, karier Raisi mengalami lonjakan pesat ketika ia diumumkan sebagai seorang hakim. Namun, kredibilitas profesionalnya sering dipertanyakan oleh masyarakat Iran, terutama terkait dengan keterlibatannya dalam eksekusi massal tahanan pada tahun 1988, yang menyebabkan dia dijatuhi sanksi oleh AS dan negara lainnya.

Raisi menyangkal tuduhan tentang keabsahan persidangan kembali terhadap tahanan politik dan militer, meskipun tugas-tugasnya sebagai hakim, menurut catatan kelompok hak asasi manusia internasional, diyakini telah mengakibatkan kematian sekitar 5.000 orang dari berbagai latar belakang.

Akibatnya, pada tahun 2017, Raisi mengalami kegagalan dalam pencalonannya sebagai presiden, kalah dalam pertarungan melawan Hassan Rouhani, seorang ulama moderat yang terpilih sebagai presiden setelah berhasil mencapai kesepakatan nuklir Tehran tahun 2015 dengan sejumlah negara besar.

Halaman:

Editor: Rully Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah