BPBD Pasaman Barat Susun Dokumen Kajian Risiko Kebencanaan

- 17 Juli 2023, 18:18 WIB
Kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) yang diselenggarakan di aula kantor BPBD, Padang Tujuh, Kabupaten Pasaman Barat pada Senin (17/7/2023)
Kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) yang diselenggarakan di aula kantor BPBD, Padang Tujuh, Kabupaten Pasaman Barat pada Senin (17/7/2023) /Marawatalk/Willy Andryan Permana/

MARAWATALK--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, bersama empat belas Organisasi Perangkat daerah (OPD) sebelas Kecamatan, dan beberapa Wali Nagari, melakukan Focus Grup Discussion (FGD), di aula kantor BPBD, Padang Tujuh, Kabupaten Pasaman Barat.

FGD yang dilaksanakan pada Senin (17/7/2023) dalam rangka penyusunan dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB), usai Pasaman Barat dilanda bencana alam.

Baca Juga: Badan Riset Inovasi Nasional Kunjungi Pasaman Barat Bahas Ketahanan Pangan

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari UPT Pusat Kajian Kebencanaan, Universitas Negeri Padang (UNP).

Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Pasaman Barat Armi Ningdel, menjelaskan pelaksanaan FGD ini merupakan bentuk menjalankan amanat undang-undang.

"Yakni tertulis pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, beberapa peraturan pemerintah, peraturan mentri, serta peraturan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ungkapnya.

Baca Juga: Bacaleg PAN ini Siap Dorong Pertumbuhan UKM dan Pariwisata di Pasbar

Menurutnya, Pasaman Barat merupakan daerah yang rawan akan terjadinya bencana, hal ini dikarenakan faktor geologi, dan aktivitas pergerakan lempeng tektonik di sekitar perairan Indonesia.

“Pergerakan Lempeng-lempeng tektonik tersebut menyebabkan terbentuknya jalur gempa bumi, rangkaian gunung berapi aktif, serta patahan-patahan geologi yang merupakan zona rawan bencana gempa bumi dan tanah longsor," jelasnya.

Halaman:

Editor: Rully Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah